TNI Gelar Doa Lintas Agama Sambut 2026, Perkuat Persatuan Bangsa

TNI Gelar Doa Lintas Agama Sambut 2026, Perkuat Persatuan Bangsa

ANGKARAJA — Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin acara Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka menyambut pergantian tahun ke 2026. Kegiatan yang penuh makna spiritual ini digelar di GOR A. Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, dan dihadiri oleh prajurit, PNS, tokoh agama, serta ratusan anak yatim.

Perbedaan sebagai Kekuatan Pemersatu

Dalam sambutannya, Agus Subiyanto menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata empati, toleransi, dan kebersamaan untuk memperkuat persatuan bangsa. Ia menyatakan bahwa kehadiran para tokoh dari berbagai agama mencerminkan semangat bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang, melainkan justru menjadi kekuatan untuk saling menopang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Hal ini demi mewujudkan persatuan Indonesia yang hakiki,” ujar Panglima TNI.

Doa untuk Korban Bencana dan Ajakan Refleksi

Jenderal Agus Subiyanto juga mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan doa bagi saudara sebangsa yang terdampak bencana di berbagai wilayah, seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dan berharap para korban dapat segera bangkit dan pulih.

Lebih lanjut, momentum pergantian tahun ini dijadikan sarana untuk refleksi dan evaluasi diri. Agus mengajak seluruh prajurit dan keluarga besar TNI untuk mensyukuri capaian tahun 2025 dan menjadikan setiap pengalaman, baik keberhasilan maupun kekurangan, sebagai pelajaran berharga.

Meningkatkan Profesionalisme dan Pengabdian

“Jadikan momentum ini untuk meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan integritas dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” jelasnya.

Khutbah dan Harapan untuk Indonesia Emas 2045

Ustaz Adi Hidayat, yang hadir memberikan khutbah, menyampaikan doa dan penghormatan bagi semua pihak yang telah mengabdikan diri untuk kemanusiaan dan bangsa. Ia berdoa agar semua yang bertugas dan berkorban dimuliakan dan jasanya selalu dikenang.

Pada kesempatan yang sama, Ustaz Adi Hidayat juga memanjatkan harapan agar seluruh kebijakan yang diambil dapat membawa manfaat dan kebaikan bagi bangsa, serta semakin memperkuat persatuan NKRI. Acara ini diharapkan menjadi momentum untuk menyiapkan agenda strategis mengantarkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Dipimpin Tokoh Enam Agama

Doa lintas agama tersebut secara khidmat dipimpin oleh para tokoh yang mewakili enam agama resmi di Indonesia. Mereka adalah KH. Syamsul Maarif (Islam), Romo Yos Bintoro PR (Katolik), Pdt. Cipto Martalu Sapangi (Protestan), Pinandita Astono Chandra Dana (Hindu), KRT. Asun Goama (Buddha), serta JS. Ruysya Supit (Konghucu). Kehadiran mereka menyimbolkan harmoni dan kerukunan umat beragama di Indonesia.