5 Fakta Tragis Kematian Alvaro: Disimpan di Garasi 3 Hari hingga Pelaku Bunuh Diri di Kantor Polisi

Misteri hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6) sejak Maret 2025 akhirnya terjawab, namun dengan akhir yang memilukan. Bocah tersebut ditemukan telah meninggal dunia di kawasan Jembatan Cilalay, Tenjo, Jawa Barat, dalam kondisi yang sudah lama ditinggalkan.

Pelakunya ternyata adalah AI, ayah tirinya sendiri. Tragisnya, pria itu bunuh diri di kantor polisi tidak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Berikut rangkaian fakta yang berhasil diungkap penyelidik:

1. Penemuan Lokasi Berkat “Saksi G”

Keberadaan jasad Alvaro berhasil diketahui setelah polisi mendapatkan petunjuk penting dari seorang saksi berinisial G. Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, G adalah orang yang pernah diminta AI untuk membantunya membuang sebuah kantong plastik hitam.

Saat itu, AI menipu saksi dengan mengatakan bahwa isi kantong tersebut hanya bangkai hewan.

“Ia diajak mengambil plastik itu, tetapi tidak tahu apa isinya. Pelaku bilang itu bangkai anjing dan saksi tidak mengeceknya lagi,” ujar Ardian.

2. Motif: Dendam karena Masalah Asmara

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyebutkan bahwa aksi keji ini didorong oleh kemarahan dan kecurigaan. AI diduga sakit hati dan menduga istrinya—ibu Alvaro—berselingkuh saat bekerja di luar negeri.

“Ada kalimat yang berulang kali muncul, seperti ‘gimana caranya gue balas dendam’, yang menunjukkan dorongan emosional kuat,” jelas Budi.

3. Jasad Disembunyikan Tiga Hari

Fakta lain yang mengejutkan, AI tidak langsung membuang jasad Alvaro. Jenazah anak itu disimpan di garasi rumah selama tiga hari.

“Selama tiga hari jenazah disimpan di belakang mobil berwarna silver di garasi,” kata Ardian.

Baru pada 9 Maret 2025 pelaku membawa jenazah tersebut ke Jembatan Cilalay menggunakan mobil.

4. Pelaku Bunuh Diri sebelum Diproses Hukum

AI meninggal dunia sebelum proses hukumnya berjalan. Ia ditemukan tak bernyawa di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan pada Minggu dini hari, hanya beberapa jam setelah status tersangkanya ditetapkan. Tvtogel

Tersangka awalnya ditempatkan di ruang konseling untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Tersangka sempat meminta izin ke toilet dan mengganti celana. Saat petugas menemukan kembali, dia sudah mengakhiri hidupnya,” ungkap Budi.

5. Hasil Visum: Tidak Ada Kekerasan Lain

Dokter forensik RS Polri Kramat Jati, dr. Farah Trimadani Karow, memastikan bahwa kematian AI murni akibat bunuh diri.

“Hanya ditemukan bekas jeratan di bagian leher. Tidak ada tanda kekerasan lain,” terangnya.

 

 

Sumber : blibli99.id